Di Sragen Ada Rumah Berstiker Keluarga Miskin, Tapi Punya Kendaraan Beroda Empat Mewah

Posted by Ganas003 on 08.45 in

Di Sragen Ada Rumah Berstiker "Keluarga Miskin", Tapi Punya Mobil Mewah



Potret keluarga yang mempunyai "kemewahan" namun rumahnya ditempeli stiker "Keluarga Miskin" ada di Sragen. Stiker itu kontras dengan rumah mereka yang kokoh dan mulus, serta kendaraan beroda empat langsung di halaman.

Sebuah kendaraan beroda empat Toyota Rush berwarna silver metalik parkir di depan rumah Sukanti yang terletak di Dusun Dukuh RT 003, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat 21 Juni 2019, siang. Rumah bercat putih dengan kusen jendela dan pintu yang dimilamin dengan warna cokelat muda berdiri di bersahabat simpang empat dusun itu.


Kanopi beratap galvalum dengan penyangga besi terlihat di bab depan rumah. Terasnya masih berupa plesteran adukan semen dan pasir namun di bab dalam rumah sudah berkeramik dengan ukuran 60x60 cm.

Siang itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tangen Widowati didampingi Kaur Umum Desa Dukuh Ahmad Harun dan Kaur Perencanaan Desa Dukuh Yuyun Candrasari tiba dengan mengendarai motor. Motor mereka diparkir di daerah yang teduh di pinggir jalan di samping rumah Sukanti.


Ahmad Harun mengetuk pintu yang terbuka. Sementara petugas lainnya mengecek stiker belatar belakang kuning dengan goresan pena “Keluarga Miskin Desa Dukuh Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen” yang melekat di dinding rumah Sukanti. Stiker itu agak mengelupas bab atas, Yuyun berusaha merekatkan kembali.



Ya, nama Sukanti tertulis sebagai nama kepala keluarga (KK) akseptor pemberian pangan non tunai (BPNT) dalam stiker itu dengan empat orang anggota keluarga. Sukanti pun keluar rumah sesudah mendengar ketukan pintu Harun. Dalam kunjungan itu Harun menjelaskan ingin mengecek pemasangan stiker “Keluarga Miskin” di rumahnya.


“Saya memang sudah usang sanggup pemberian dari pemerintah semenjak masih pemberian beras. Ditempeli stiker ya bahagia saja alasannya yaitu sanggup bantuan. Kalau sewaktu-waktu dilepas dan tidak sanggup pemberian ya anggap bukan rezeki saja,” ujarnya.


Sukanti mengaku suaminya bekerja pelihara ayam potong sebanyak 11.000 ekor. Ia membuktikan perjuangan ayam itu sudah usang dan jatuh bangun. Sukanti mengungkapkan kendaraan beroda empat Toyota Rush itu dibeli dari hasil pinjaman.


“Mobil utangan itu. Ya, buat transportasi ke sana ke mari berkaitan dengan pembuatan blower untuk perjuangan ayam itu,” ujarnya.