Usaha Yang Berat Demi Dapat Pergi Sekolah, Anak Harus Masuk Kantong Plastik Untuk Seberangi Sungai

Posted by Ganas003 on 08.45 in

Perjuangan yang Berat Demi Bisa Pergi Sekolah, Anak Harus Masuk Kantong Plastik untuk Seberangi Sungai


Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, di Vietnam, bawah umur yang hidup di pelosok masih ada yang harus melewati medan berat demi tiba bersekolah untuk belajar.


Perjuangan bawah umur menuju sekolah di suatu tempat di Vietnam menjadi viral diperbincangkan warganet seluruh dunia karena melaksanakan hal yang cukup ekstrem, (24/6/2019).


Anak-anak ini menyeberangi sungai memakai plastik. Mereka tidak menyeberangi dengan sendiri, melainkan dibantu oleh seorang laki-laki untuk sanggup melewati sungai tersebut.



Dalam beberapa foto yang viral, tampak seorang laki-laki mengangkut bawah umur memakai plastik untuk menyeberang sungai beraliran deras sepanjang 20 meter.


Kantong plastik itu dipakai biar bawah umur tidak berair pada ketika menyeberangi sungai, sehingga mereka sanggup masuk sekolah dalam keadaan pakaian yang kering.


Menurut informasi, hal semacam ini sudah biasa dilakukan penduduk di desa Huoi Ha, Provinsi Dien Bien, Vietnam ketika animo hujan tiba.


Selama animo panas, ada jembatan yang memungkinkan penduduk untuk menyeberangi sungai tersebut. Namun di animo hujan, debit air sungai akan meningkat dan arusnya deras sehingga jembatan tidak sanggup digunakan. Begitu juga rakit tidak sanggup dipakai alasannya arus sungai yang deras.


Para orangtua jadi tidak punya pilihan lain, selain bawah umur mereka harus menyeberangi sungai dengan pertolongan seorang laki-laki di dalam foto tersebut.


Meskipun demikian, para orangtua masih diliputi perasaan cemas di pinggir sungai, menunggu bawah umur mereka selamat pada ketika disebrangkan.


Belum cukup, sesudah bawah umur ini menyeberangi sungai, bawah umur desa Huoi Ha masih harus berjalan sejauh 15 km untuk hingga sekolah mereka.


Musim hujan di Vietnam terjadi selama bulan Juni hingga Oktober setiap tahunnya, jadi bisalah dibayangkan berapa usang bawah umur itu harus mencicipi ‘penderitaan’ untuk sanggup bersekolah.


Salut dan apresiasi usaha bawah umur di sana yang tetap mempunyai semangat tinggi untuk ilmu pengetahuan di sekolah, meski itu tidak gampang untuk dilalui.


Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang sanggup kami paparkan, Besar cita-cita kami Artikel ini sanggup bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh alasannya itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan biar Artikel ini sanggup disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.


Sumber Artikel :SUAR.ID