Bersama Menuju Zero-Waste Cities

Padatnya konsumsi masyarakat perkotaan dari berbagai aspek sangat berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah yang diproduksi. Pemerintah dituntut untuk mampu mengelola sampah-sampah yang jumlahnya sudah menggunung agar tidak menimbulkan dampak negatif baik itu untuk pencemaran lingkungan ataupun gangguan atas estetika serta tampilan dari kota itu sendiri.

Berbagai kota di dunia sudah menjalani program yang dikenal dengan Zero Waste City atau Kota Bebas Sampah. Nantinya, kota yang menjalani program ini tidak akan lagi memproduksi sampah ke tempat pemrosesan akhir ke dalam sistem pengelolaannya.

Sampah dapat ditangani secara 100% sehingga tidak lagi dibakar ataupun ditimbun seperti yang biasanya dilakukan saat ini.  Program ini berfokus pada upaya reduksi dan penggunaan kembali produk-produk yang ada, kemudian sisanya dilakukan daur ulang.

  • Bandung dan NTB
    Beberapa kota di Indonesia seperti Bandung dan NTB sebenarnya telah mengadaptasi langkah serupa dalam menghadapi masalah sampah. Bandung memberi nama gerakan ini dengan Zero-Wastedengan istilah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan). Langkah ini sudah dimulai sejak 2018, upaya ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap problem sampah dengan mengubah pengelolaan sampah dengan end-pipe menjadi budaya pengurangan sampah di sumbernya (Zero Waste Life style).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mengusung program serupa, dengan nama NTB Zero Waste 2023. Bahkan dana yang digelontorkan pemerintah provinsi menyentuh angka Rp 15 miliar. Dengan dana sebesar itu, secara garis besar anggaran tersebut nantinya dialokasikan untuk mengelola kegiatan kampanye, penguatan regulasi, Satgas Penanganan Sampah, bantuan ke bank sampah dan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional.

  • Teknis Belaka

Dalam perencanaan ini, pemerintah berupaya untuk melakukan pembenahan dan penguatan pada pengelolaan sampah. Pemerintah lebih menitikberatkan pada persoalan teknis seperti memilah dan mengurangi sampah, meningkatkan pengelolaan di TPA.

Dikarenakan TPA adalah tempat bermuaranya sampah dari berbagai kawasan, pemerintah mengasumsikan bahwa sektor ini perlu dianggarkan lebih besar daripada sektor lainnya. Seharusnya dalam mengelola sampah perlu dilihat sebagai sistem yang di dalamnya terdapat sekelompok masyarakat dari berbagai kalangan.

Inilah Upaya Yang Bisa Dilakukan Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Masyarakat

Inilah Upaya Yang Bisa Dilakukan Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Masyarakat

Kerusakan alam bisa terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam. Jika dibiarkan terus menerus, maka hal ini akan membuat kualitas lingkungan hidup menurun sehingga menyebabkan terjadinya bencana alam dan sebaran penyakit.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menjaga lingkungan hidup di masyarakat :

  1. Bercocok tanam dengan cara yang bijak

Untuk memberantas hama tanaman, kita bisa menggunakan bahan alami sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian pestisida yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kita juga bisa merotasi tanaman sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

  1. Menjaga flora dan fauna langka

Dengan menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan perburuan liar, kita sudah turut serta dalam menjaga flora dan fauna langka. Dengan begitu keseimbangan ekosistem akan tetap terjaga.

  1. Menggunakan produk-produk dalam negeri

Dengan menggunakan produk dalam negeri bisa mengurangi jumlah barang impor yang mungkin saja mengandung bahan berbahaya yang bisa merusak lingkungan. Selain itu, dengan menggunakan produk dalam negeri pun bisa membantu meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat Indonesia.

  1. Melakukan AMDAL

Sebelum melakukan sesuatu seperti membangun gedung, pihak yang terlibat di dalamnya harus melakukan AMDAL. Hal ini supaya pembangunan ini tidak merusak kelestarian lingkungan hidup dan bisa mencari solusi atas konsekuensi yang mungkin nantinya akan dihadapi.

  1. Menjaga kelestarian hutan dengan baik

Hutan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan semua makhluk hidup, karena hutan merupakan paru-paru dunia yang bisa menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida, daerah resapan air terbesar, dan tempat tinggal bagi aneka flora dan fauna.

Sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam menjaga kelestarian hutan kita bisa melakukan gerakan menanam satu juta pohon, tidak membuka lahan dengan membakar hutan, tidak menebang pohon secara liar, dan lainnya.

Dengan melakukan kelima hal di atas untuk upaya menjaga lingkungan hidup di masyarakat, berarti kita pun sudah ikut turut andil dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.

Inilah Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

Inilah Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

Sebagai tempat tinggal untuk berbagai jenis ikan dan hewan yang ada di laut, kelestarian dari terumbu karang memang harus benar-benar dirawat. Tetapi saat ini sayang sekali ekosistem dari terumbu karang sudah terancam punah karena banyaknya terumbu karang yang rusak.

Berikut ini beberapa penyebab rusaknya terumbu karang :

  1. Pengambilan terumbu karang secara ilegal

Keindahan terumbu karang memang bisa menarik siapapun yang melihatnya. Namun sayangnya tidak jarang, banyak yang mengambil terumbu karang secara ilegal untuk dijadikan aksesoris atau hiasan yang memiliki nilai ekonomi.

  1. Pencemaran limbah

Limbah yang berasal dari aktivitas mesin dan rumah tangga dapat mencemari ekosistem laut termasuk salah satunya merusak terumbu karang.

  1. Pembangunan yang ada di pesisir pantai

Pembangunan di pesisir pantai pun bisa menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut, terutama untuk terumbu karang.

Saat akan membangun sebuah bangunan diperlukan adanya pengerukan tanah serta reklamasi sehingga menyebabkan adanya erosi. Selain itu bangunan ini pun akan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam laut.

  1. Penangkapan ikan secara ilegal

Demi mendapatkan ikan dalam jumlah banyak, biasanya nelayan akan melakukan berbagai cara meskipun bisa merusak ekosistem laut seperti terumbu karang. Biasanya nelayan akan menggunakan pukat harimau, bahan peledak, bahkan racun sianida.

  1. Penambangan

Tujuan dari banyaknya penambangan terumbu karang adalah demi mendapatkan batu karang yang akan dijual untuk membuat aksesoris yang memiliki nilai ekonomi. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus maka bisa dipastikan terumbu karang akan cepat punah.

  1. Penebangan hutan mangrove

Fungsi dari hutan mangrove ialah untuk mencegah abrasi dan memfilter air. Jika hutan ini ditebang maka kedua fungsi ini tidak akan berjalan dengan baik dan bisa merusak terumbu karang serta ekosistem di dalamnya.

  1. Pestisida

Pemakaian pestisida yang berlebihan untuk lahan pertanian bisa mencemari air laut. Selain itu pun bisa mencemari terumbu karang serta ekosistem yang ada di dalamnya.

Itulah beberapa penyebab kerusakan terumbu karang yang tentu sangat merugikan untuk kehidupan di dalam laut. Karena terumbu karang sangatlah indah tentu kita harus menjaganya dengan baik.